Sabtu, 22 September 2012

KERAMIK DITEMUKAN DISITUS KOTA CHINA

Situs Kota China Medan Marelan
"http://www.oktomagazine.com"
Kehidupan bangsa Indonesia tak terlepas dari seni dan budaya yang lahir dari lebih dari 300 suku bangsa atau akulturasi dengan budaya asing namun berakar selama ribuan tahun di bumi Indonesia.
Beragam bentuk kesenian, upacara dan ritual keagamaan, dan festival diselenggarakan terus untuk melestarikan adat dan tradisi yang telah di wariskan secara turun menurun. Tatanan yang tersaji inilah yang telah membentuk jati diri bangsa. Seperti Situs Kota Cina Medan Marelan.
Keberadaan awal kawasan ini ditemukan dalam catatan yang ditemukan dari riwayat perjalanan John anderson, seseorang berkebangsaan Skotlandia, dalam bukunya: “ Mission to the East Coast of Sumatera and Malay Penisula” yang menyebutkan bahwa di daerah ini terdapat batu bertulis yang masyarakat tidak dapat membaca apa yang tertulis di batu tersebut.






Namun demikian, dalam catatan yang lebih awal, maka akan diperoleh penggambaran terhadap kawasan ini sebagai bandar perniagaan kuno. Karena posisinya yang berhadapan langsung dengan Selat Melaka (Malaka Strait) maka tidak mengherankan apabila disepanjang selat Malaka terdapat bandar bandar niaga ramai dikunjungi seperti Kota Cina, Kota Rentang, Pulau Kampai, Tamiang, Samudra (Pase), Jambi, Batu Sangkar dan lain-lain.
Situs Kota Cina - sekarang Kota Medan - diyakini berasal dari permulaan Abad ke-12 . Hal tersebut ditujukan oleh banyaknya peninggalan atau artefak arkeologis yang tertuju pada satu era awal abad ke-14, seperti tembikar, arca, tulang belulang, dan bahan bahan sisa perahu tua, dan lain-lain.
Hasil analisis dan penelitian yang dilakukan oleh Puslitarkenas yang mengemukakan bahwa situs kota Cina merupakan pelabuhan kono yang banyak dikunjungi pedagang asing sekitar abad 12-14 Masehi. Komoditas alam yang diperdagangkan adalah seperti benzoin, champhor dan emas, damar, rotan dan lain-lain yang dipertukarkan dengan tembikar, keramik, dan gelas.

Namun demikian, dalam catatan yang lebih awal, maka akan diperoleh penggambaran terhadap kawasan ini sebagai bandar perniagaan kuno. Karena posisinya yang berhadapan langsung dengan Selat Melaka (Malaka Strait) maka tidak mengherankan apabila disepanjang selat Malaka terdapat bandar bandar niaga ramai dikunjungi seperti Kota Cina, Kota Rentang, Pulau Kampai, Tamiang, Samudra (Pase), Jambi, Batu Sangkar dan lain-lain.
Situs Kota Cina - sekarang Kota Medan - diyakini berasal dari permulaan Abad ke-12 . Hal tersebut ditujukan oleh banyaknya peninggalan atau artefak arkeologis yang tertuju pada satu era awal abad ke-14, seperti tembikar, arca, tulang belulang, dan bahan bahan sisa perahu tua, dan lain-lain.
Hasil analisis dan penelitian yang dilakukan oleh Puslitarkenas yang mengemukakan bahwa situs kota Cina merupakan pelabuhan kono yang banyak dikunjungi pedagang asing sekitar abad 12-14 Masehi. Komoditas alam yang diperdagangkan adalah seperti benzoin, champhor dan emas, damar, rotan dan lain-lain yang dipertukarkan dengan tembikar, keramik, dan gelas.



BANGUNAN TUA DITEMUKAN DI SITUS KOTA CHINA MARELAN


Bangunan China Abad Ke - 11 Ditemukan di Medan

**http://www.tribunnews.com/2012/02/23/**

Foto. doc. Antara

 Daerah payah pasir Medan Marelan tersebut, banyak ditemukan artefak kono dari cina, seperti koin mata uang cina abad ke enam sampai abad ke 11, keramik-keramik kuno, tem,bikar dan bongkahan sampan kuno dari abad ke 11.
Sekira pukul 10.00, warga daerah Payah Pasir mendadak heboh dan juga walikota Medan Rahudman Harahap berkunjung ke sana. Hebohnya masyarakat tersebut, karena ditemukannya, reruntuhan tembok yang diduga candi.
Ketua Pussis Unimed, Ichwan Azhari yang juga membuat museum situs kota Cina di kelurahgan payah pasir tersebut, membenarkan adanya penemuan candi tersebut.
"Memang ada ditemukan dugaan candi dibawah rumah masyarakat. Tampak dalam penggalian yang kami lakukan ditemukan seperti reruntuhan tembok candi tersebut," sebutnya.
Namun dirinya belum bisa memastikan apa nama candi dan kerajaan di kota cina tersebut. "dengan adanya penemuan candi tersebut, tentuny ada sebuah kerjaaan disini, namun kita belum bisa memastikan kerajaan apa, siapa rajanya dan candi apa yang ditemukan tersebut," terangnya
Yang ditemukan di lokasi Payah Pasir tersebut sambungnya, merupakan benteng dan fondasi candi. "Penggalian memang belum kita lakukan lebih dalam, namun dari hasil artefak yang ditemukan, nantinya kita akan mengetahui apa nama candi tersebut. Kalau candi tersebut diperkirakan ada disekitar abad ke 10," terangnya.
Pusis sendiri mendukung, langkah pemko medan yang akan membangun reflika candi di kawasan Kota Cina Payah Pasir Medan Marelan ini. "Dengan adanya reflika candi tersebut, daerah kota cina akan dibuat menjadi taman arkeologi yang bertujuan untuk mengedukasi pengunjung," terangnya.

Posthing : 22/09/12